December 4, 2021

Web Pouya

Pouya Website Informasi dan Berita Terupdate

Jasad Wanita Ditemukan Dalam Kondisi Membusuk di Tebing Kawasan Hutan Sanghiang Poek Cianjur

2 min read

Jasad wanita ditemukan di sebuah tebing kawasan Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Kamis (7/10/2021). Jasad wanita tanpa identitas tersebut ditemukan warga sudah dalam kondisi sudah mulai membusuk di sekitar hutan Sanghiang Poek. Pertama kali, jasad wanita itu ditemukan Iwan (50), Ketua RT 01/10, warga Kampung Bantar Caringin, Desa Cihea.

Ia saat itu sedang berada di kebun pisang dan mencari kayu bakar. Tiba tiba, ia dikagetkan saat melihat ke bawah tebing ada jasad perempuan yang sudah mulai membusuk. Ia lantas memotret memakai ponsel, lalu pulang melaporkannya kepada pihak Desa Cihea dan Polsek Bojongpicung.

Selang 30 menit aparat desa, Babinsa, Babinkamtibmas dan anggota Polsek Bojongpicung langsung berangkat ke tempat penemuan mayat. Lokasi penemuan mayat cukup jauh dari permukiman warga di Kampung Bantar Caringin. Kasi Trantib Desa Cihea, Deni (45), mengatakan, pihaknya bersama anggota Polsek Bojongpicung, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan warga mengevakiasi mayat perempuan yang ada di tengah hutan sampai malam hari.

"Dari hutan sampai ke lokasi Kampung Bantar Caringin malam hari karena perjalanannya cukup jauh terjal dan menyulitkan untuk berjalan kaki," ujar Deni, Jumat (8/10/2021) pagi. Ada luka di bagian paha dan kaki namun dugaan masih berkisar antara luka benda tajam, luka gigitan, atau terjatuh. Penemuan mayat perempuan ini saat ini dalam penyelidikkan pihak Polsek Bojongpicung.

Terjalnya lokasi membuat proses evakuasi berlangsung lama, jenasah perempuan Kamis (7/10/2021) malam baru sampai ke Kamar Jenasah RSUD Sayang untuk diotopsi. Mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan dalam posisi terlentang diperkirakan sudah meninggal satu bulan lebih. Seorang pegawai kehutanan menceritakan sulitnya melakukan proses evakuasi terhadap jasad perempuan tersebut.

Tim evkauasi yang terdiri dari Polisi, TNI, dan warga menyusuri jalan setapak menuju tempat ditemukannya mayat. Kondisi jalan setapak cukup terjal, naik turun dan posisi jasad berada di pinggir tebing yang dipenuhi dengan semak belukar. Seorang pegawai Kehutanan yang ikut melakukan evakuasi mayat, Ade Wahyudin, mengatakan, ia bersama tim berjalan kaki dari Cisameng tepatnya di belakang gardu pembangkit listrik Saguling sekitar pukul 13.00 WIB.

Mereka baru sampai di tempat ditemukannya mayat sekitar pukul 14.00 WIB. Sempat beristirahat sejenak, ia bersama dengan tin langsung melakukan evakuasi mayat perempuan itu. Saat ditemukan bagian kepala dari mayat perempuan ini sudah tinggal tengkorak namun rambutnya masih utuh.

Proses memasukkan jenazah ke kantong mayat juga memerlukan waktu sekitar satu jam. Kanit Reskrim Polsek Bojongpicung, Iptu H Supardi menambahkan, bagian kepalanya sudah dalam kondisi tinggal tengkorak begitupun dengan sebelah kaki dan tangannya. Mayat perempuan tersebut memiliki ciri ciri tinggi badan diperkirakan sekitar 150 sentimeter, berat badan 55 kilogram, rambut hitam panjang gimbal, baju gamis, tak jauh dari mayat ditemukan kantong wana hijau bertuliskan CSR, ada kain untuk salat (sajadah), dan uang Rp 12 ribu.

Saat ini mayat sudah berada di kamar jenasah RSUD Sayang Cianjur. Polsek Bojongpicung mengimbau kepada warga dari Cianjur maupun luar Cianjur yang merasa kehilangan keluarganya dan sesuai dengan ciri ciri di atas dipersilakan datang ke Polsek Bojongpicung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *