December 4, 2021

Web Pouya

Pouya Website Informasi dan Berita Terupdate

Sebanyak 3.103 Anggota Komcad TNI AD Berasal dari Pelbagai Profesi, Ada Dosen Hingga Wartawan

2 min read

3.103 anggota komponen cadangan (Komcad) TNI AD berasal dari bermacam macam daerah dan profesi. Diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan Komcad di Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), pada Kamis (7/10). Para anggota Komcad mendaftarkan diri secara sukarela, melewati seleksi pada 1 17 Juni, dan pelatihan dasar kemiliteran pada 21 Juni 18 September. Para anggota komcad tersebut berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang berprofesi sebagai, wartawan, dosen, wiraswasta, dan mahasiswa.

Setelah latihan selama tiga bulan di rindam masing masing mereka akan kembali menjadi warga negara biasa. Anggota komcad TNI AD yang berprofesi sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur (Jatim), Arief Rachman Hakim mengaku, motivasinya mengikuti komcad sebagai bentuk pemenuhan hak dan kewajibannya selaku warga negara. "Motivasi saya mengikuti komponen cadadangan adalah salah satu hak dan kewajiban saya sebagai warga negara untuk turut serta dalam upaya pertahanan negara sesuai dengan konstitusi kita, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) 1945," ucap Arief dikutip dari Instagram @belanegara_org, Jumat (8/10/2021).

Akun Instagram @belanegara_org, merupakan di bawah naungan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Ditjen Pothan Kemhan). Sementara itu, anggota Komcad TNI AD Aditya Aksani, yang berprofesi sebagai reporter televisi, menyatakan, dirinya tergerak mengikuti komcad guna menjaga kedaulatan negara apabila dalam kondisi genting. "Saya melihat bahwa Indonesia memerlukan tangan tangan baru untuk bisa menyelamatkan (negara) jika nanti sewaktu waktu dalam keadaan genting," tutur Aditya.

Pernyataan Aditya tersebut selaras dengan isi pidato Jokowi saat penetapan komcad TNI AD 2021. Katanya, masa aktif komcad tidak setiap hari karena hanya dikerahkan apabila negara dalam keadaan darurat militer atau perang. Ketika itu terjadi, komcad akan dimobilisasi presiden dengan persetujuan DPR. Namun, komando dan kendalinya berada di bawah Panglima TNI. "Artinya, tidak ada anggota komando cadangan yang melakukan kegiatan mandiri," ucap Jokowi. "Perlu saya tegaskan, komando cadangan tidak boleh digunakan untuk lain kecuali kepentingan pertahanan, komponen cadangan hanya untuk kepentingan pertahanan dan kepentingan negara," katanya.

Keberadaan komponen cadanvan diatur dalam Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN). Sesuai Pasal 48, komcad terdiri atas warga negara usia 18 48 tahun, sumber daya alam (SDA), sumber daya buatan, dan sarana prasarana (sapras) nasional. Dalam Pasal 4 ayat (2) UU PSDN, pengelolaan SDN dalam rangka menghadapi ancaman militer, nonmiliter, dan hibrida. Namun, merujuk Pasal 6 ayat (4) huruf b, komcad hanya dimobilisasi dalam menghadapi ancaman militer dan hibrida. Sebelum ditetapkan oleh Presiden Jokowi, para anggota komcad tersebut telah menjalani pelatihan dasar militer selama tiga bulan berlangsung di enam titik, perinciannya Resimen Induk Kodam (Rindam) Jaya 500 orang, Rindam III/Siliwangi 500 orang, Rindam IV/Diponegoro 500 orang, Rindam V/Brawijaya 500 orang, Rindam XII/Tanjungpura 499 orang, dan Universitas Pertahanan (Unhan) 604 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *